Bismillah.
![]() |
| Sumber : youtube.com |
Seperti yang kita tahu matahari adalah
sebuah bintang. Matahari adalah bintang yang paling dekat dengan kita sekaligus
menjadi pusat dari tata surya kita. 99 % massa tata surya kita terpusat pada
matahari. Matahari merupakan bola gas
pijar yang di dalam intinya terjadi reaksi fusi hidrogen menjadi helium.
Selayaknya manusia, ternyata matahari juga mengalami perubahan dalam kehidupannya.
Perubahan tersebut biasa disebut evolusi bintang ini tergantung pada massa
bintang tersebut. Jika manusia tumbuh dari bayi, anak-anak, remaja, dewasa, tua
dan mati, secara bertahap matahari pun berubah dari fase satu ke fase lain.
Dari nebula, proto bintang, bintang deret utama, dan berlanjut pada tahap
evolusi selanjutnya sesuai dengan massa bintang tersebut. Saat ini matahari
sedang berada di tahapan bintang deret utama. Di tahap deret utama ini bintang
paling banyak menghabiskan umurnya.
Karena massa matahari yang tergolong kecil, selanjutnya matahari akan
berevolusi menjadi bintang raksasa merah lalu berakhir menjadi bintang katai
putih.
Blackhole adalah sebuah pelengkungan ruang-waktu yang sangat
ekstrim sehingga tidak ada yang bisa lolos dari interaksi gravitasi yang
dihasilkan, bahkan cahaya sekalipun. Blackhole
merupakan tahapan akhir evolusi dari bintang-bintang bermassa besar. Hanya
bintang-bintang dengan massa lebih dari 10 kali massa matahari yang dapat
melanjutkan hidupnya menjadi blackhole. Sekarang mari kita berandai-andai.
Andaikan matahari kita yang sekarang ini menjadi sebuah blackhole, apakah yang
terjadi di bumi kita? Apakah kita akan tersedot dalam blackhole tersebut? Dan
apakah yang terjadi pada kehidupan di bumi kita?
Jika matahari menjadi blackhole, kita
tidak perlu khawatir tersedot ke dalamnya. Karena dengan massa yang sangat
kecil yaitu 1,9891x1030 kg, daerah yang terpengaruh oleh ‘blackhole
matahari’ ini (disebut radius schwarzschild) hanyalah 2948 km saja dari pusat
‘blackhole matahari’ ini. Jarak bumi dari matahari sekarang kurang lebih 149,6
juta km, sangat jauh dibandingkan radius schwarzschild tersebut.
Hal yang sangat berpengaruh terhadap
bumi kita justru adalah hal yang sangat krusial bagi makhluk hidup di bumi.
Jika matahari menjadi blackhole, bumi akan kehilangan sumber energi terbesarnya
dari pancaran sinar matahari. Dengan begitu segala kehidupan di muka bumi ini
mungkin saja akan punah. Sinar matahari dibutuhkan dalam proses fotosintesis
tumbuhan. Tumbuhan adalah sumber makanan bagi hewan herbivora, selanjutnya
herbivora adalah makanan bagi karnivora dan omnivora. Dengan demikian, sinar
matahari adalah ujung dari rantai ini, singkatnya jika sinar matahari tidak ada
manusia tidak dapat makan. Selain itu, energi dari matahari juga dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energi, energi panas dari bumi saja, ataupun energi
dari bahan bakar fosil tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi manusia,
diperlukan energi tambahan yang dimanfaatkan, sebagai contoh adalah energi dari
panas matahari ini. Selanjutnya, bila sinar matahari tidak ada, temperatur di
bumi akan sangat rendah, tekanan udara akan tinggi sehingga manusia tidak lagi
cocok hidup di bumi.
Pondok Betung, 22 November 2014
Andika Fauziah Hapsari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar