Pelajaran berharga yang ku dapat dari perkenalan dengan seseorang selama beberapa bulan :
1. Dunia ini tidak berputar untuk kita saja, lho. Ada orang lain yang juga butuh dihargai, didengarkan, dan tentu saja banyak sekali yg lebih baik dari kita.
Jadi sadar juga bahwa aku juga pernah jadi sangat menyebalkan di mata orang lain :)
Dan juga jadi diingatkan bahwa mau sebagaimana pun pencapaian yang telah dimiliki, tetap wajib untuk rendah hati.
2. Betapa penting namun sulitnya menjaga hubungan antar manusia agar nanti ketika sudah pergi, yang tersisa adalah kesan dan kenangan baik. Bukan sebaliknya.
Satu-dua orang pembenci itu wajar, tapi jika hampir seluruh orang tidak menyukai kita. Kita harusnya tahu letak kesalahan ada dimana.
3. Tapi di sisi lain, berhadapan dengan orang yg tidak kita sukai ternyata menguji bagaimana penguasaan kita terhadap diri sendiri. Sekuat apa untuk menahan emosi. Tidak menunjukkan apalagi membalasnya. Semampu apa untuk tidak membicarakan keburukannya. Dan apakah kita bisa memaafkan, atau paling tidak tetap bisa berbuat baik padanya meskipun sudah berkali-kali disakiti.
Dan ternyata di ujian ini masih remidi.
4. Kebencian ternyata hanya membuang-buang waktu dan menguras energi. Membutakan kita dari melihat kebaikan yang orang lain miliki. Tombol husnudzon auto OFF, jadilah yang terlihat hanya yang buruk-buruknya saja. Padahal ketika dilihat lagi dengan kacamata netral, kebaikannya akan nampak. Dan jika hal buruk masih terjadi, yang terasa sudah bukan naik pitam naik darah yang 'mbedhedheg' di dada. Jatohnya cuek aja saay~
Yah, gitu lah. Pada tiap-tiap pengalaman buruk, akhirnya pasti akan ada aja pelajarannya.
Allah pasti menakdirkan sesuatu untuk kita dengan maksud untuk memberi kita hikmah dan pembelajaran.
Tinggal kitanya bisa ngga mengambil pelajaran?
Aku ding, bukan kita..
Ditulis di Bandar Lampung, 23 Mei 2021. Sekarang pelajarannya sudah selesai wkwkwk. Ada tempat lain yg sedang mendapat pembelajaran dari Allah 😅