"Why is it always hard to say goodbye?"
Kalimat ini aku tanyakan berulang-ulang pada diriku sendiri di setiap perpisahan. Memang harusnya aku sadari dari awal, bahwa setiap pertemuan pasti diakhiri dengan perpisahan. Mungkin akan lebih mudah bagiku untuk mengikhlaskan jika dari awal aku sudah paham tentang hakikat pertemuan itu. Karena sejatinya, manusia lahir di dunia ini sendiri dan akan meninggalkan dunia ini sendirian pula. Maka tidak dapat dipungkiri bahwa pertemuan dan perpisahan adalah hal sehari-hari yang harusnya biasa kita alami.
Sebenarnya berlebihan kalau aku mengatakan setiap perpisahan itu berat untuk dilalui. Tidak semuanya, melainkan beberapa. Ada banyak faktor penyebab tentunya. Rasa dan kesan yang timbul dari sebuah pertemuan adalah penyebab yang paling dominan. Rasa senang, nyaman dan saling membutuhkan menjadikan perpisahan lebih sulit untuk dilalui. Saat ketiganya hilang secara tiba-tiba, pasti akan muncul sebuah ruang hampa dalam hati kita.
Perpisahan terberat bagiku adalah ketika harus berpisah dan tidak tahu kapan lagi akan dapat bertemu. Bayangan tentang waktu yang sangat lama untuk dapat bertemu kembali itulah yang menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Apalagi kita juga tidak dapat memastikan bahwa pada pertemuan berikutnya semua hal akan tetap sama. Karena waktu yang begitu lama pasti akan mengubah sedikit-banyak keadaan diantara keduanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar