Waktu sungguh sedang bercanda saat mempertemukan kita. Kukira ia sedang tergesa-gesa hingga mendatangkanmu tanpa aba-aba. Tapi tidak ternyata. Ia justru bilang ini bukanlah kompetisi. Tidak perlu terburu-buru, katanya.
Alih-alih cepat sampai, derapmu justru semakin lamat-lamat terdengar. Berbeda denganmu, nampaknya bagiku waktu justru mengalami dilatasi. Tak apa. Nanti juga ia berjalan normal dan tidak tega membercandai kita lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar