Jarak kini menjadi alibi yang memuluskan usahaku menjauhinya
Sejak pagi itu perasaanku berubah seketika
Sebisa mungkin aku menghindari berbagai jenis interaksi
Sepertinya dia tidak dengan sengaja melakukan itu
Bahkan sepertinya dia juga tidak tahu bahwa apa yang dilakukannya membuatku berubah menjadi sedingin ini
Mungkin salahku yang sulit menerima
Tapi perlakuannya sudah kelewat jauh melampaui batas sensitivitasku, sampai aku berhenti berpura-pura seperti biasanya. Entah dia merasa atau tidak
Entah sampai kapan aku bisa kembali biasa saja.. dan berpura-pura tersenyum -menyeringai- menghadapi mereka yang ia sodor-sodorkan padaku sementara aku sungguh tidak ingin terlibat lebih jauh dengan mereka
Kehadiran mereka membuat segalanya berbeda, dan aku tidak suka
Mungkin berpotensi dosa, tapi hingga saat ini aku -mungkin egoku- masih tidak terima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar