Jarak yang dekat tidak selalu mendekatkan. Pun jarak yang jauh tidak serta merta menjauhkan. Ukuran kedekatan antar manusia sama sekali tidak bisa dihitung dengan angka. Orang terdahulu bilang bahwa ini tentang kecocokan jiwa.
Kita mungkin pernah merasa bahwa sejauh apapun jarak antara kita dan orang yang ada dalam ingatan kita, orang itu seakan selalu ada dalam hari-hari kita, dalam cerita yang kita sampaikan, dalam pikiran yang kita kenang, bahkan ketika wujudnya pun sudah tak ada.
Kita mungkin juga pernah merasa ketika bahkan sesering apapun seseorang hadir di hadapan kita, kehadiran orang tersebut tidak memberikan arti lebih bagi kita, tidak meninggalkan sedikit bekas dalam memori kita kecuali mungkin sedikit saja.
Jika dilihat lebih dalam lagi, dekat atau jauhnya jarak antar manusia adalah pilihan yang kita buat sendiri. Pilihan yang kita buat untuk mentolerir ketidaksukaan kita pada seseorang atau tidak. Mentolerir ketidakcocokan antara kita dengan orang lain. Semua orang pasti punya sisi baik dan tidak baiknya masing-masing. Dan kedekatan akan hadir saat kita saling memaklumi perihal sisi baik atau tidak antar keduanya. Sedangkan 'jarak yang jauh' hadir saat kita tidak bisa memakluminya kemudian membangun tembok antara kita dengan orang tersebut.
Mungkin itulah sebabnya orang-orang berkarakter hampir sama akan lebih mudah menjalin kedekatan. Karena hal-hal yang perlu ditolerir tidaklah terlalu banyak sehingga lebih mudah untuk saling menerima. Pun demikian sebaliknya, orang-orang yang karakternya berbeda akan lebih sulit menerima karena tembok yang mereka bangun sudah lebih tinggi dibanding pemakluman yang mereka terima.
Ada juga yang bilang bahwa ukuran kedekatan antar manusia bisa dilihat dari seberapa kenalnya kita dengan orang lain. Iya benar. Tapi kadang, kita sendiri juga yang memutuskan untuk mau mengenal orang lain atau tidak.
Maka untuk menjadi dekat, kita hanya perlu saling mengenal dan mentolerir ketidaksukaan antar kita. Menghancurkan tembok yang memberikan jarak dengan pemakluman-pemakluman yang kita lakukan. Sesederhana itu teorinya.
Dan poin pentingnya adalah kedekatan tidak selalu diartikan tentang jarak antara laki-laki dan perempuan. Melainkan tentang manusia dengan keluarganya, sahabat dan teman-temannya.
Bangil, 21 Juni 2017
- Andika Fauziah Hapsari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar