Minggu, 09 Desember 2018

An Unwanted Happiness


Sebelum saling membenci, kita adalah dua orang yang pernah saling menunggu notifikasi di malam hari
Sebelum memilih untuk pergi, pertemuan kita pernah menjadi hal yang paling kita nanti. Tak bisa memejamkan mata di malam hari, sebab janji untuk bertemu di awal pagi
Sebelum memutuskan untuk tidak saling menyapa, jantung kita pernah berdebar dengan frekuensi yang sama. Hanya karena senyum manis yang saling kita lemparkan diam-diam, aku di ujung sini dan kau di sebelah sana.
Sebelum memilih untuk saling melupakan, kita pernah bersama-sama merencanakan masa depan dan segala macam impian.
Sebelum memutuskan untuk saling menyakiti, kita pernah berharap agar semesta turut merestui kebersamaan ini. Tak peduli setidakrasional apapun harapan yang kita lontarkan
Tidak cinta lagi bukan berarti benci, bukan?
Tidak bersama lagi, bukan berarti harus saling memaki kan?
Ya. Kita adalah dua orang yang sama-sama terjebak dalam kesalahan. Sama-sama mencoba menerjang penghalang padahal tahu betul bahaya dibaliknya.
Tapi entahlah. Definisi kamu bagiku masih saja adalah sebuah kesalahan yang ingin selalu aku ulang.
Dan ya. You made my eyes sparkling, you were such an unwanted happiness. Bitter sweet :)

-2018-

*sebagian besar ditulis setelah memperhatikan dan akhirnya kepikiran tentang hubungan dua orang di sekitarku, lalu di suatu waktu tulisan diatas balik ke diriku sendiri wkwk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar